Rembuk Stunting Desa Petaling Tahun 2024

  • Jul 11, 2024
  • Admin Web Desa Petaling
  • Berita Pemerintahan Desa

Desa Petaling, 9 Juli 2024 - Dalam upaya menanggulangi masalah stunting di Desa Petaling, sebuah rembuk stunting dilaksanakan pada Selasa, 9 Juli 2024, di ruang rapat Desa Petaling. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam penanganan stunting, termasuk Sekretaris Desa Kabul Setiyabudi, perwakilan dari Puskesmas Selat Nasik Dedi, tokoh masyarakat Asri, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Hendra, ketua RT dan RW, kader posyandu, serta mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Desa Petaling saat ini memiliki empat kasus stunting yang menjadi fokus utama dalam rembuk tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan strategi pencegahan agar jumlah stunting tidak bertambah dan anak-anak yang sudah terdampak dapat segera ditangani dengan tepat.

Sekretaris Desa Kabul Setiyabudi membuka acara dengan menyampaikan pentingnya kerjasama antara semua pihak untuk mengatasi masalah stunting. "Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berpengaruh pada masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama dalam mencegah dan menangani stunting di desa kita," ujarnya.

Dalam pemaparan yang diberikan oleh Dedi dari Puskesmas Selat Nasik, dijelaskan bahwa stunting dapat dicegah melalui pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian gizi yang seimbang, serta penyuluhan kepada orang tua mengenai pentingnya pola hidup sehat. "Kami di Puskesmas siap bekerja sama dengan semua pihak, terutama kader posyandu dan PLKB, untuk memberikan pelayanan yang optimal dalam penanganan stunting," kata Dedi.

Tokoh masyarakat Asri juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung program-program yang sudah dirancang. "Kesadaran masyarakat adalah kunci utama dalam pencegahan stunting. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan anak-anak kita," tuturnya.

PLKB Hendra menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dan pemenuhan gizi sejak dini. "Kami akan terus mendampingi keluarga-keluarga yang membutuhkan, memberikan edukasi tentang pentingnya asupan gizi yang baik untuk anak-anak mereka," ungkap Hendra.

Kader posyandu yang hadir dalam kegiatan ini juga siap untuk berperan aktif dalam memantau tumbuh kembang anak di desa. Mereka akan melakukan kunjungan rutin ke rumah-rumah warga untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan pertumbuhan mereka berjalan normal.

Mahasiswa UGM yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Petaling juga berkomitmen untuk mendukung upaya pencegahan stunting ini. Mereka akan membantu dalam penyuluhan gizi, melakukan pendampingan kepada keluarga, serta mengadakan kegiatan yang mendukung kesehatan anak.

Rembuk stunting ini menghasilkan beberapa strategi utama yang akan dijalankan, antara lain peningkatan sosialisasi mengenai pentingnya gizi seimbang, pemantauan rutin tumbuh kembang anak, serta pemberian bantuan gizi bagi keluarga yang membutuhkan. Selain itu, akan diadakan pelatihan bagi kader posyandu untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memantau dan menangani kasus stunting.

Dengan adanya rembuk stunting ini, diharapkan jumlah stunting di Desa Petaling dapat dikurangi dan anak-anak dapat tumbuh sehat serta memiliki masa depan yang lebih baik.