Petaling Berage: Ruwahan Massal Desa Petaling

  • Mar 04, 2024
  • Admin Web Desa Petaling
  • Berita Pemerintahan Desa

Desa Petaling - Desa Petaling menggelar Petaling Berage, kegiatan ruwahan massal yang menjadi warisan budaya setiap bulan ruwah. Pada tanggal 29 Februari 2024, Pentas Seni Desa Petaling menjadi saksi keindahan tradisi ini, dihadiri oleh berbagai tokoh dan undangan penting, termasuk perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Belitung.

Pj. Bupati Belitung yang diwakili oleh Asisten 3 Bagian Administrasi Umum, Drs. H. Suksesyadi, M.Si., bersama OPD-OPD terkait, hadir untuk mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Petaling Berage bukan sekadar perayaan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kebersihan jiwa, mengakar dalam tradisi ruwahan yang dilaksanakan dengan penuh kekhusukan.

Kemeriahan dimulai dengan tarian selamat datang, yang dipersembahkan oleh murid-murid dari SD Negeri 3 Selat Nasik. Suasana hangat dan ceria segera melanda ketika peserta dan tamu dihadiahi gerakan indah dari para penari cilik yang penuh semangat.

Prosesi ruwahan, yang menjadi pusat perhatian acara, diawali dengan penyerahan acara dari Kepala Lembaga Adat Desa Petaling kepada Dukun Kampung. Proses ini menandakan dimulainya upacara dengan doa dan mantra yang mengisi udara, menciptakan aura suci yang meresapi segenap peserta dan tamu undangan.

Lantunan doa yang teriring dari tokoh-tokoh agama Desa Petaling menjadi momen sakral yang menciptakan keharuan di hati setiap hadirin. Doa tersebut mencerminkan rasa syukur dan permohonan keberkahan untuk seluruh warga Desa Petaling dan segenap tamu undangan yang turut hadir.

Pj. Bupati Belitung yang diwakili oleh Drs. H. Suksesyadi, M.Si., memberikan sambutan hangat yang menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan dan pemeliharaan tradisi ruwahan. "Kegiatan ini menggambarkan kekayaan budaya kita dan semangat gotong-royong yang patut dicontoh. Semoga Desa Petaling terus menjadi garda terdepan dalam pelestarian warisan leluhur," ucapnya.

Petaling Berage bukan hanya tentang ritual, tetapi juga menyatukan komunitas dan memupuk keharmonisan. Seusai acara, masyarakat dan tamu undangan berkesempatan menikmati pameran seni, pertunjukan musik tradisional, serta beragam kuliner lokal yang disajikan dengan hangat.