Kebun ke Cangkir: Menggali Potensi Perkebunan Kopi di Desa Petaling
- Aug 22, 2024
- wisata
Kebun ke Cangkir: Menggali Potensi Perkebunan Kopi di Desa Petaling
Desa Petaling adalah salah satu desa yang terletak di Pulau Mendanau, bagian dari Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Desa Petaling merupakan salah satu dari beberapa desa yang ada di Pulau Mendanau. Desa ini dikenal dengan kehidupan masyarakatnya yang sebagian besar masih bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Meskipun lebih dikenal sebagai daerah dengan sektor perikanan dan lada, komoditas kopi menjadi salah satu komoditas yang mulai menarik perhatian masyarakat setempat. Ketertarikan muncul akibat tingginya nilai ekonomi dan kestabilan harga di pasar.
Perkebunan kopi di Desa Petaling diawali dari ditemukannya tanaman kopi liar oleh masyarakat setempat yang dibudidaya berbekal pengetahuan dan keterampilan bercocok tanam kelompok tani. Desa Petaling berada di Pulau Mendanau yang memiliki puncak ketinggian 189 mdpl. Meskipun tidak memiliki dataran tinggi yang identik dengan daerah penghasil kopi terkenal, seperti di Pulau Sumatera atau Jawa, desa ini tetap memiliki potensi untuk mengembangkan perkebunan kopi, terutama varietas yang cocok untuk dataran rendah. Desa Petaling memiliki luas lahan perkebunan kopi sekitar 20 hektar yang sebagian besar lahan belum mencapai usia panen.
Berbekal perkebunan usia panen yang masih seluas 1 hektar, masyarakat mempelajari proses pengolahan pasca panen. Pengolahan kopi skala kecil telah dilakukan mulai dari pengeringan, hulling, sortasi, roasting, grinding, hingga pengemasan. Hasil produksi saat ini dipasarkan kepada masyarakat sekitar. Pengolahan pasca panen telah mampu menyesuaikan dengan preferensi pasar lokal yang menggemari kopi dengan karakteristik hitam dan pahit.
Hambatan terbesar kelompok tani dalam memasarkan ke pulau atau daerah lain karena volume produksi yang masih terlalu rendah. Kelompok tani masih berfokus pada peningkatan kuantitas produksi sebelum melakukan perluasan pasar. Peningkatan kualitas juga akan menjadi tantangan yang perlu diatasi ketika kopi dari Desa Petaling memasuki pasar yang lebih luas. Selain perluasan lahan kebun kopi, kelompok tani juga berupaya melakukan optimasi produksi melalui perawatan perkebunan untuk minimasi hasil produk cacat seperti pengenalan hama dan penyakit pada perkebunan kopi.
.
Perkebunan kopi di Desa Petaling memiliki potensi besar untuk dijadikan objek agrowisata dengan melibatkan pengunjung dalam aktivitas perawatan dan pengolahan. Tantangan perawatan tanaman kopi di dataran rendah dapat menjadi informasi yang menarik bagi pengunjung. Aktivitas pengunjung tidak terbatas di perkebunan kopi saja, tetapi juga dapat ikut serta dalam proses pengolahan pasca panen hingga penyajian produk kopi siap minum.
Kelompok tani dapat menambah sumber penghasilan selain dari hasil perkebunan kopi. Kunjungan wisatawan menghasilkan peluang peningkatan perekonomian lokal melalui usaha homestay, warung kopi, toko souvenir, dsb. Pulau Mendanau sebagai bagian dari kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam peningkatan sektor pariwisata. Keterbatasan aksesibilitas menuntut peningkatan infrastruktur, manajemen wisata, hingga promosi yang efektif. Akomodasi transportasi untuk penyeberangan antarpulau merupakan salah satu tantangan terbesar sektor pariwisata daerah kepulauan. Realisasi rencana pembuatan kebun kopi sebagai objek agrowisata memerlukan kolaborasi dan dukungan elemen masyarakat, pemerintah, hingga swasta.